Mantan Wako Padang: Aturan Siswi Harus Berjilbab Sejak 2005

Mantan Wako Padang: Aturan Siswi Harus Berjilbab Sejak 2005
PADANG - - Mantan Wali Kota Padang (2004-2014) Fauzi Bahar angkat bicara terkait mencuatnya kontroversi siswi SMK 2 Padang yang keberatan memakai kerudung atau berpakaian ala muslimah di sekolah. Fauzi menyebut, aturan siswi harus memakai baju kurung dan pakai kerudung di sekolah sudah dibuat sejak dirinya menjabat Wako Padang yakni di tahun 2005 lalu.

"Itu sudah lama sekali, kok baru sekarang diributkan? Kebijakan 15 tahun yang lalu itu, " kata Fauzi Bahar, Sabtu (23/1).

Fauzi menjelaskan, aturan memakai pakaian muslimah bagi murid di Kota Padang awalnya hanya bersifat imbauan. Tapi, kemudian bergeser menjadi Instruksi Wali Kota Padang yang mengatur busana di sekolah. Instruksi itu bernomor 451.442/BINSOS-iii/2005 yang dikeluarkan tahun 2005.

Salah satu poin instruksi itu adalah mewajibkan jilbab bagi siswi yang menempuh pendidikan di sekolah negeri di Padang. Tapi digarisbawahi nomenklatur aturan tersebut ditujukan kepada siswi muslim saja. Tapi pada praktiknya di lapangan, siswi non-muslim juga menggunakan jilbab.

Fauzi menjelaskan, dirinya membuat aturan siswi muslim harus mengenakan kerudung untuk memperlihatkan kearifan lokal Minangkabau. Karena sejak dulu adat budaya Minangkabau mengajarkan kaum perempuan berbaju kurung dan memakai penutup kepala.

"Jauh sebelum republik ini ada, gadis Minang dulunya sudah berbaju kurung. Kita mengembalikan adat minang berbaju kurung. Pasangan baju kurung adalah selendang. Agar tak diterbangan angin, ada kain yang dililitkan ke leher, itulah yang namanya jilbab, ” ucap Fauzi.

Dulu saat aturan itu ia instruksikan, menurut Fauzi, mendapat respons baik dari berbagai pihak. Buktinya, penerapan memakai kerudung bagi siswi di sekolah juga diterapkan oleh kabupaten dan kota lain di Sumbar.

"Kalau ada yang protes satu atau 10 orang, kan hal biasa. Tujuan utama kita adalah melindungi perempuan, terutama kaum minoritas di tempat mayoritas, " kata Fauzi menambahkan.

Fauzi merasa, aturan bagi siswi menggunakan kerundung tidak perlu dicabut. Karena aturan itu dikhususkan bagi pelajar yang memeluk agama Islam. Sejak dulu lanjut Fauzi pemerintah tidak pernah memaksakan pelajar non-muslim memakai kerudung.

AFRIZAL

AFRIZAL

Previous Article

Hendri Septa Khatib Jumat di Masjid Baitul...

Next Article

Selamat kepada Zamzami  Pengangkatan Jadi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Subhan Riyadi

Siswandi

Siswandi

Postingan Bulan ini: 35

Postingan Tahun ini: 600

Registered: Jan 25, 2021

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 15

Postingan Tahun ini: 49

Registered: Jan 20, 2021

Asridal

Asridal verified

Postingan Bulan ini: 10

Postingan Tahun ini: 16

Registered: Aug 25, 2021

Wahyudi Arif Firmanto

Wahyudi Arif Firmanto

Postingan Bulan ini: 9

Postingan Tahun ini: 30

Registered: Aug 14, 2021

Profle

Wahyudi Arif Firmanto

Kunjungan Kerja Presiden RI ke Provinsi Lampung di Sambut Pangdam II/Sriwijaya
Calon Kumtua Hendrik Mononimbar Figur Yang Humanis
Kasat Reskrim Polres Kota Batu Iptu Yussi Purwanto.SH.MH, Wujudkan Kota Batu Aman dan Kondusif
Pangdivif 2 Kostrad Pimpin Acara Tradisi Laporan Korps, Penyerahan Jabatan Asren Divif 2 Kostrad dan Sertijab Pamen Divif 2 Kostrad

Follow Us

Recommended Posts

Kajari Pessel Minta RA Segera Penuhi Janji Jalani Putusan Hukum
Kota Padang Bangun Sumur Wakaf di Palestina
Berseteru dengan Ketua DPRD gara-gara Video, Bupati Solok Dipanggil Polisi
Sangat Aneh Bin Ajaib Parit Pengaman Badan jalan lebih tinggi dari permukaan jalan.
Jika Padang Keluar dari PPKM Level 4, Sekolah Tatap Muka Digelar